Aku sangat sedih, ternyata ibuku mendambakan kepedulian ku.

Posting Komentar
Aku sangat sedih, ternyata ibuku mendambakan kepedulian ku.

Aku sangat sedih, ternyata ibuku mendambakan kepedulian ku.
Aku anak pertama dari tiga bersaudara dan telah menikah di karuniai satu orang anak,
Dari segi financial, saya lebih diantara dua saudara saya, walaupun memang itu merupakan dukungan dari istriku, jika saya peribadi, pedapatan bulanan saya tidak sebanyak itu.
Sejak menikah saya hidup terpisah dari orang tua, jadi kita mencoba hidup mandiri dengan rumah dan segala seadanya, urusan dapur masih dibantu istri yang memang berkarir, jujur pendapatan nya jauh diatas saya, dan kadang saya berpikir seperti menumpang hidup pada istri saya, namun istri selalu meyakinkan bahwa kita keluarga dan semuanya milik berdua, tidak ada aku lebih tinggi dari kamu, kamu tetap suamiku imamku.

Usia pernikahan kami kini menginjak usia 8 tahun, dan anak laki-laki ku sebentar lagi lulus dari taman kanak-kanak nya bersiap melanjutkan SD. 
Hubunganku dengan ayah dan ibu mertuaku baik-baik saja, dan sering nya ayah mertuaku membantu urusan menjaga anak, mengingat saya dan istri bekerja. 
Namun karena dekatnya aku dengan mertuaku, seakan membuat ku dan ayah , ibu ku sendiri renggang, kadang hanya sebulan sekali kami bertemu, itupun jika ada waktu luang, tidak lelah untuk pulang.

Dan baru tahu jika kedua orang tuaku terlilit hutang, sebenarnya tidak banyak, namun karena system riba membuat hutang nya kian menumpuk. Entahlah belum tau pasti berapa jumlah nya namun bisa diperkirakan tembus 5000, itupun ku ketahui dari laporan adik pertama ku, yang mencoba mengorek informasi setelah dia curiga akan sikap dan fisik ibu yang kian menurun, lesu seperti memikirkan hal besar.

Syukur adikku ini peka, dan langsung bertanya prihal masakah mereka, dan baru terungkap prihal hutang itu.

Dan ternyata mereka mendambakan peduli dari aku, kami anak-anaknya.

Sungguh ku merasa berdosa, sampai tak tahu masalah orang tuaku, aku tak mau membela diri dengan mengatakan bahwa aku juga punya kehidupan, keluarga yang harus aku urus, namun walau bagaimanapun orang tua ialah tanggung jawab anak-anaknya, khusunya anak laki-lakinya. Lebih utama dibanding istri dan anaknya.


Related Posts

:

Subscribe Our Newsletter