Mungkin sudah saatnya saya menyerah.

Posting Komentar
Mungkin sudah saatnya saya menyerah.
sederhana namun tetap bersahaja.
itu jauh lebih indah.

Berkali ku mengejar sesuatu yang menurutku penting, baik kedepan nya, dan banyak lagi angan harapan ku pada kehidupan ku mendatang.
yah kini mungkin saatnya ku harus menyerah. 

Berawal dari ku lanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah, dengan tujuan S.Kom. yah sudah kulalui itu, q lulis denga  IPK yang lumayan dibanding beberapa teman lain saat itu. dengan mengusung aplikasi android sebagai tugas skripsi, ku rasa itu wajar. 

Namun semua ku menyerah tuh mengejar, awalnya ku selalu befikiran, bila mereka bisa mengapa aku tidak, ucapan hati itu terbersit setelah ku tahu beberapa teman lulusanku akhirnya mendapatkan pekerjaan dengan jenjang karir yang menjanjikan, rasa iri ada dan itulah yang selama ini ku kejar, tanpa ku sadari usia tidak akan pernah berbohong, walau pepatah mengatakan kejarlah ilmu sampai ke negeri china/liang lahad, namun kadang ilmu dengan jalan pekerjaan kadang nggak syncron, ditambah usia sudah lebih dari kepala tiga. 

bisa anda bayangkan, usia kepala tiga namun fresh graduate S.Kom. tanpa pengalaman kerja di bidang nya.
seperti yang kita ketahui, pendidikan setingkat S1 di kampus yang jauh dari populer hanya sebuah pengenalan pada peminatan bidang ilmu, untuk mendalaminya setidaknya harus lanjut lagi S2, atau dengan bekerja di bidangnya, dan ini berlaku pada beberapa teman lulusanku. 
muda, fresh graduate S.Kom, kesempatan untuk loncat mencari tempat mengembangkan diri pada satu bidang kerja tertentu akan lebih mudah, asal kan ada keinginan. 
perusahaan mana yang kan menolak sarjana komputer, pada usia muda, fresh graduate dan masih single. 
bukan soal kemampuan, karena memang masih akan berkembang, namun lebih ke pemberian gaji yang bisa di bawah standart S.Kom yang sudah berpengalaman. 

Hingga ku sadar, demi mengejar kesempatan yang sudah tertinggal, kini ku semakin jauh pada keluarga, terlebih istriku, katanya aku kini semakin dingin, layaknya memikirkan hal lain bila sedang bersama. 

ya aku akui itu, karena ku belum menjadi apa, siapa-siapa. aku masih ingin menjadi pemeran utama dalam kehidupan ku sendiri. 
dan kusadari, ternyata akupun masih bisa menjadi pemeran utama dalam kehidupan keluargaku, bukan kehidupan yang selama ini ku kejar.

Yang ku kejarpun kini semakin menjauh, seiring bertambahnya usia, sementara yang sudah kudapatkan pun semakin kutinggalkan, hanya untuk mengejar kesempatan yang kian menipis.

Mungkin sudah saatnya saya menyerah.
sederhana namun tetap bersahaja.
itu jauh lebih indah.

Related Posts

:

Subscribe Our Newsletter